Pemko Batam gelar 8 Jenis Pelatihan Kepariwisataan tahun 2020

Media Center Batam – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam akan menggelar delapan jenis pelatihan kepariwisataan di tahun 2020 ini. Pelatihan yang akan digelar yakni manajemen homestay, manajemen tata kelola destinasi pariwisata, pemandu ekowisata alam, pemandu wisata ecopark, pemandu wisata recreation atau theme park, pemandu wisata outbound, pemandu wisata kuliner dan belanja, serta pemandu wisata sejarah dan warisan budaya.

“Pelatihan ini kita laksanakan dengan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dari kementerian tahun 2020,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata saat membuka Pelatihan Homestay di King’s Hotel Batam, Selasa (11/2).

Menurut Ardi, jenis pelatihan yang digelar kali ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pelatihan-pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

“Pelatihan ini dimanfaatkan sebagai modal sektor kepariwisataan untuk meningkatkan kapasitas SDM-nya. Sehingga terwujud layanan yang baik dalam industri pariwisata di Kota Batam,” ujarnya.

Letak strategis menjadikan Kota Batam sebagai destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Tercatat Kota Batam sebagai penyumbang jumlah wisatawan mancanegara (wisman) tertinggi ketiga setelah Bali dan Jakarta. Guna meningkatkan kualitas serta pertumbuhan pariwisata di Kota Batam, selain pembangunan aksesibilitas, amenitas, dan atraksi perlu dilakukan pembangunan di bidang SDM.

“Karena itu dilakukan berbagai pelatihan guna meningkatkan kapasitas SDM pariwisata untuk meningkatkan kualitas layanan di bidang kepariwisataan,” kata dia.

Asisten  Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Pebrialin mengatakan sebagai kota yang strategis, berdekatan langsung dengan dua negara Singapura dan Malaysia, kegiatan pelatihan pelayanan kepariwisataan ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata.

“Dengan posisi yang sangat strategis ini tentunya kita harus membuktikan peningkatan kualitas, pelayanan, dan pengelolaan objek wisata. Bapak ibu yang sangat mempengaruhi. Kalau pelayanannya tidak bagus, tidak sopan pelayanan yang diberikan, besok orang tidak akan datang lagi. Bapak ibu pelaku wisata harus memahami kondisi Batam, objek wisata Kota Batam,” kata Pebrialin.

Mungkin Anda juga menyukai

DD