57 Warga Jalani Karantina di Rusunawa

Media Center Batam – Sebanyak 57 warga menjalani masa karantina di Rusunawa Tanjunguncang. Semua warga itu dalam kondisi sehat.

Kooridnator Karantina Rusunawa Tanjunguncang, dr. Ratna Irawati mengatakan 57 warga itu terbagi dalam sembilan kelompok asal yang ada di Batam. Pertama dari seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang melalui Pelabuhan Batam Center. Kemudian, dari kelompok asal Bengkong satu orang, kelompok asal Batuampar satu orang, PMI tangkapan Bakamla 19 orang, kelompok asal Tanjungbuntung satu orang, kelompok asal jemaah tablig India sebanyak enam orang, kelompok asal Mega Legenda Batamkota empat orang, kelompok asal MC Dermott 23 orang, dan PMI tangkapan di Teluktering satu orang.

“Totalnya, 51 laki-laki dan enam perempuan dan semua dalam kondisi sehat, kita rutin beri warga ini vitamin, pemeriksaan suhu badan, dan disiplin menggunakan masker,” kata Ratna, Kamis (14/5).

Sebagian sudah menjalani pemeriksaan baik rapid diagnostic test maupun swab. Ada yang sudah keluar dengan hasil negatif, dan ada juga masih menunggu hasil pemeriksaan swab.

Contohnya kelompok asal MC Dermott yang sudah dilakukan pemeriksaan swab pada 13 Mei. Warga yang punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19 ini akan dikarantina hingga hasil swab keluar.

Sedangkan contoh yang sudah keluar hasilnya negatif namun tetap tinggal di karantina Tanjunguncang adalah enam jemaah tablig asal India.

“Mereka di sana sambil menunggu kepastian kepulangan ke negara asal,” ujarnya.

Kemudian ada lagi anak tujuh tahun kelompok asal Bengkong yang merupakan yatim. Anak perempuan ini tetap dikarantina meski hasil swab sudah keluar negatif. Hal itu mempertimbangkan kemanusiaan agar anak tersebut bisa terawat.

“Untuk anak ini, belum dipulangkan karena tidak ada orang di rumahnya. Tiga saudaranya masih diisolasi di RSUD Embung Fatimah dan ibunya masih di Malaysia,” kata dia.

Selain menjaga kesehatan warga yang dikarantina, petugas juga rutin melakukan pembersihan dan disinfeksi. Setiap ruangan yang ada dilakukan penyemprotan disinfektan untuk memastikan tidak ada penularan jika ada warga yang postif Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, 57 warga itu merupakan dari sembilan cluster yang ada di Batam. Pertama dari Pelabuhan Batam Center satu orang. Kemudian, cluster Bengkong satu orang, cluster Batuampar satu orang, PMI tangkapan Bakamla 19 orang, cluster Tanjungbuntung satu orang, cluster jemaah tablig asal India sebanyak enam orang, cluster Batamkota empat orang, cluster MC Dermott 23 orang dan PMI tangkapan Teluktering satu orang.

“Totalnya, 51 laki-laki dan enam perempuan dan semua dalam kondisi sehat, kita rutin beri warga ini vitamin, pemeriksaan suhu badan dan disiplin menggunakan masker,” kata Wali Kota Batam itu, Kamis (14/5/2020).

Tak hanya itu, setiap ruangan yang ada juga dilakukan penyemprotan disinfektan untuk memastikan tidak ada penularan jika ada warga yang postif Covid-19

“Beberapa sudah kita pulangkan. dan yang masih tersisa saat ini, sebagian sudah negatif dan sebagian lagi masih menunggu hasil swab,” ujarnya.

Sesuai data, seperti cluster MC Dermott sudah dilakukan pemeriksaan swab 13 Mei. Warga yang punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19 ini akan dikarantina hingga hasil swab keluar. Dan ada juga yang hasilnya negatif tapi tatap tinggal di lokasi karantina.

“Seperti jemaah tablig asal India, mereka di sana sambil menunggu kepastian kepulangan ke India melalui Jakarta,” ujarnya.

Kemudian ada lagi anak tujuh tahun asal cluster Bengkong yang merupakan yatim, tetap dilakukan karantina meskipun hasil swab sudah keluar negatif. Hal itu mempertimbangkan kemanusiaan agar anak tersebut bisa terawat.

“Untuk anak ini, belum dipulangkan karena tidak ada orang di rumahnya. Tiga saudaranya masih diisolasi di RSUD Embung Fatimah dan ibunya masih di Malaysia,” kata dia.

Mungkin Anda juga menyukai

DD