SD Sei Beduk Tambah Rombongan Belajar

Walikota Batam Muhammad Rudi

Media Center Batam – Puluhan orangtua calon siswa sekolah dasar di kawasan Sei Beduk sudah dapat merasa sedikit lega karena anaknya tertampung di negeri. Tadinya anak-anak mereka tak tertampung meski masuk dalam zonasi sekolah negeri. Namun persoalan selesai melalui kebijakan yang diambil Walikota Batam, Muhammad Rudi usai mengumpulkan orangtua calon siswa di SDN 001 Sei Beduk, Rabu (11/7).

Sebanyak 38 siswa akan ditampung di SDN 008 yang menambah satu rombongan belajar (rombel) dari tiga menjadi empat lokal. Kemudian SDN 006 juga menambah satu rombel dari empat menjadi lima lokal. Serta memaksimalkan jumlah siswa per lokal dari 36 menjadi 40 siswa. Siswa lain yang tidak tertampung sekitar 34 orang akan dimasukkan ke SDN 005.

“Jadi sudah selesai ya untuk yang di sini. Yang penting semua tertampung. Saya ingin semua tertampung. Tapi kalau terlalu padat juga kasihan anaknya, gurunya nanti tidak didengarkan,” kata Walikota Batam, Muhammad Rudi.

Penambahan rombel ini akan disokong dengan penambahan guru dari Dinas Pendidikan Kota Batam. Selain itu akan diupayakan penambahan ruang kelas baru setelahnya.

Permasalahan dalam pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di Sei Beduk tak hanya terjadi untuk tingkat SD tapi juga SMP. Ada 445 siswa yang tak tertampung di tiga SMPN di Sei Beduk. Orangtua siswa berharap anak mereka bisa diterima di satu dari tiga sekolah tersebut, SMPN 16, SMPN 40, dan SMPN 54.

Berbeda dengan masalah di SD, untuk PPDB SMP di Sei Beduk ini Rudi belum menentukan kebijakan yang akan dibuat. Karena jumlah yang tak tertampung cukup banyak, tidak memungkinkan untuk diterima seluruhnya di sekolah negeri. Jumlah penambahan lokal harus lebih dari satu jika ingin mengakomodir semua anak di negeri.

Rudi akui PPDB masih menjadi permasalahan tahun ini. Namun ia akan mengupayakan agar seluruh anak usia sekolah tetap bisa bersekolah sesuai haknya. Selain memaksimalkan daya tampung sekolah negeri, Rudi juga akan memanggil pengelola sekolah swasta.

“Besok (Kamis) kita panggil swasta. Kira-kira  mau disesuaikan, saya akan kaji keberadaan sekolahnya ini nanti. Karena guru sudah saya bantu, dana BOS sudah diberikan,” ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *