Rp 14 Miliar Disiapkan di Kas Keliling Bersama

Kepala BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra

Media Center Batam – Sebanyak Rp 14,35 miliar uang pecahan kecil disiapkan dalam kegiatan Kas Keliling Bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri), Sabtu (26/5). Kas keliling bersama ini dilaksanakan di dua lokasi pada waktu bersamaan, yakni di Pasar Botania 2 dan Pasar Mega Legenda Batam Kota.

“Hari ini dari BI saja menyiapkan Rp 9,95 miliar untuk dua lokasi. Selebihnya dari bank mitra yang hadir bersama kita yakni BTN, BRI, BRI Syariah, Bank Mandiri, Bank Riau Kepri, dan Bank Jatim,” kata Kepala BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra.

Kas Keliling Bersama ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil menjelang lebaran, pertengahan Juni 2018. Karena sudah menjadi tradisi di Indonesia, untuk membagikan uang baru kepada kerabat di masa perayaan Idul Fitri.

Pecahan uang yang disediakan pada Kas Keliling Bersama ini adalah nominal kecil. Di kas keliling ini masyarakat bisa menukarkan uangnya menjadi pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000. Sementara pecahan besar seperti Rp 50.000 dan Rp 100.000 bisa didapatkan dengan mudah di anjungan tunai mandiri.

“Pada prinsipnya tidak ada batas penukaran uang, yang penting penukaran setiap kelipatan 100 (lembar). Karena kalau tidak per seratus, lama proses penghitungannya,” kata dia.

Kegiatan Kas Keliling Bersama ini akan kembali dilaksanakan pada 2 Juni mendatang. Lokasinya yaitu di SP Plaza Batuaji dan Pasar Tiban Center Sekupang.

Selain itu, BI Kepri juga akan melaksanakan Kas Keliling Dalam Kota, tanpa kerjasama perbankan lain, pada 28 Mei di Pasar Mega Legenda, dan 30 Mei di Pasar Sei Harapan Sekupang.

“Masyarakat juga bisa melakukan penukaran uang di hari kerja di layanan perbankan. Ada spanduk yang menandakan bank layani penukaran uang pecahan kecil,” tuturnya.

Gusti mengatakan kebutuhan uang tunai jelang Idul Fitri tahun ini diprediksi meningkat signifikan. Hal ini terjadi karena waktu cuti bersama yang cukup panjang, mencapai 13 hari. Pada masa tersebut, bank tidak beroperasi. Kalaupun melayani nasabah, hanya transaksi terbatas.

Musim libur lebaran tahun ini, BI Kepri siapkan Rp 3 triliun untuk kebutuhan masyarakat di tujuh kabupaten/kota. Angka ini meningkat dari kebutuhan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,4 triliun.

“Kami dari BI komitmen untuk siap melayani. Kas Keliling kami laksanakan di kabupaten/kota lain juga, tak hanya di Batam. Dan untuk Natuna, Anambas, Lingga kami punya program baru, BI Jangkau, yang didukung bank Himbara (himpunan bank milik negara), Bank Riau Kepri, dan Pegadaian,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gusti juga mengimbau masyarakat agar menukarkan uang di tempat resmi. Jangan menukar uang di penukaran tak resmi karena khawatir uang palsu serta nilai tak sesuai.

Kegiatan Kas Keliling Bersama ini juga dimanfaatkan untuk sosialisasi ciri uang Rupiah, bagaimana memperlakukan uang, penggunaan non tunai, serta edukasi produk perbankan.

 

“Lima Jangan, yang perlu dilakukan agar uang tahan lama. Jangan dilipat, jangan dirobek, jangan disteples, jangan dicoret, jangan dibasahi. Mohon kami dibantu, agar uang yang beredar, bisa tahan lebih lama. Karena dengan sedikit steples saja, ketika uang itu masuk kembali ke BI, tidak akan kami edarkan kembali,” kata Gusti.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *