Pemimpin Daerah Awards 2026, Batam Raih Penghargaan Pembangunan Ekonomi

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menyerahkan penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di JCH Gedung iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI
Diskominfo Batam – Kota Batam kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima penghargaan kategori Pembangunan Ekonomi Daerah dalam ajang Pemimpin Daerah Awards 2026. Secara langsung, penghargaan diserahkan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, di Jakarta Concert Hall (JCH), Gedung iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya Batam dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat pembangunan daerah. Bagi Amsakar, penghargaan tersebut bukan sekadar capaian pemerintah daerah, lebih menjadi pengingat bahwa berbagai upaya membangun Batam harus terus dilanjutkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan terima kasih. Kami yakin apresiasi yang kami dapat ini menjadi motivasi bagi Pemko Batam untuk lebih optimal lagi,” ujar Amsakar.
Ia mendedikasikan penghargaan tersebut kepada seluruh masyarakat Batam, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, DPRD Kota Batam, Forkopimda, serta seluruh jajaran pemerintah daerah yang selama ini turut bekerja bersama dalam menjalankan pembangunan. Menurut Amsakar, penghargaan tersebut justru menjadi dorongan untuk meningkatkan kinerja. Pembangunan Batam, katanya, tidak mungkin hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dan dukungan berbagai pihak.
“Penghargaan ini sangat luar biasa untuk memacu kinerja kami pemerintah daerah,” katanya.
Amsakar mengatakan, sekitar satu tahun enam bulan sejak dirinya bersama Li Claudia menerima amanah dari masyarakat Batam, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga dan memperkuat pembangunan daerah.
Menurutnya, apresiasi tersebut datang di tengah kinerja ekonomi Batam yang terus menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang 2025, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai sekitar Rp253,64 triliun.
Sektor industri pengolahan masih menjadi penggerak utama perekonomian Batam dengan kontribusi sekitar 57 persen. Pada saat yang sama, aktivitas investasi juga terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan pendekatan bottom-up BP Batam, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun. Momentum tersebut berlanjut pada 2026. Hingga semester pertama tahun ini, nilai investasi yang masuk telah mencapai Rp38,97 triliun.
Pertumbuhan ekonomi tersebut juga berjalan beriringan dengan sejumlah indikator pembangunan manusia. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam mencapai 83,80, sedangkan tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen.
Angka-angka tersebut menjadi bagian dari gambaran perjalanan Batam sebagai kota yang terus memperkuat fondasi ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, Amsakar menilai semangat kebersamaan harus terus dipelihara. Baginya, kolaborasi bukan hanya diperlukan untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi modal penting agar Batam mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
“Narasi kebersamaan ini harus menjadi modal baru bagi Kota Batam untuk bergerak lebih cepat lagi,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, penghargaan tersebut diharapkan menjadi energi baru untuk menjaga momentum pembangunan Batam. Pada saat yang sama, capaian itu menjadi tanggung jawab untuk terus bekerja lebih baik, mendengar kebutuhan masyarakat, dan memastikan setiap langkah pembangunan memberi manfaat nyata bagi warga Batam. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)



