Dari Harmoni hingga Sistem Layanan Digital, Ini Strategi Batam yang Dipelajari Kabupaten Bangli

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berjabat tangan dan berbincang dengan Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, usai pertemuan di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA
Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/4/2026).
Kunjungan yang dipimpin Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, bertujuan melakukan studi komparasi terkait strategi menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat heterogen serta pengembangan digitalisasi pelayanan publik di Batam.
Dalam sambutannya, Wayan Diar mengapresiasi kemajuan Batam dalam mengintegrasikan layanan publik berbasis digital. Ia menyebut Kabupaten Bangli, dengan jumlah penduduk sekitar 260 ribu jiwa dan sektor pertanian sebagai penopang utama, ingin mengadopsi praktik baik dari Batam.
“Kami ingin mempelajari implementasi digitalisasi di Batam, khususnya pada layanan administrasi kependudukan yang telah memanfaatkan sistem barcode. Meski karakteristik daerah berbeda, semangat inovasi ini akan kami coba terapkan di Bangli,” ujarnya.
Ia juga mempromosikan potensi wisata Bangli, seperti Danau Batur dan Desa Penglipuran, sekaligus mengundang Pemerintah Kota Batam untuk berkunjung.
Sementara itu, Amsakar Achmad menyampaikan bahwa kondusivitas daerah menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan investasi dan pariwisata di Batam.
“Batam merupakan daerah multikultural dengan tingkat heterogenitas yang tinggi. Pemerintah bersama Forkopimda berkomitmen hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan untuk menjaga kebersamaan dan persatuan,” ujarnya.
Ia menegaskan, harmoni sosial menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Batam sebagai bandar dunia madani yang modern dan berkelanjutan.
Selain itu, Amsakar juga memaparkan perkembangan Batam, mulai dari era Otorita hingga penerapan kebijakan ex-officio yang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BP Batam, terutama setelah terbitnya regulasi terbaru.
Sejumlah capaian makro turut disampaikan, di antaranya pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 yang mencapai 6,88 persen, realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun atau melampaui target, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 83,8.
Selain itu, tingkat kemiskinan menurun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Dari sisi fiskal, Batam juga masuk lima besar nasional dalam kemandirian daerah, dengan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) mencapai 58 persen dari total APBD.
Terkait pelayanan publik, Amsakar mendorong rombongan Bangli untuk meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam yang telah mengintegrasikan lebih dari 1.400 jenis layanan, termasuk layanan kependudukan berbasis barcode dan dashboard digital investasi.
“Tidak ada daerah yang paling unggul. Yang ada adalah saling berbagi praktik baik untuk kemajuan bersama,” kata Amsakar.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Batam, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda Kota Batam, serta jajaran perangkat daerah Kabupaten Bangli. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)
