Bantuan Sembako Mulai Didistribusikan ke Warga Terdampak

sembako

Media Center Batam – Bahan pangan pokok (sembako) untuk warga terdampak corona virus disease (Covid-19) akan mulai dibagikan Sabtu (17/4). Wali Kota Batam, Muhammad Rudi berharap setelah sembako dibagikan, seluruh masyarakat Batam bisa disiplin berdiam diri di rumah.

“Sembako akan mulai didistribusikan hari ini. Ada 260 ribu paket,” kata Rudi di Dataran Engku Putri Batam Centre, Jumat (17/4).

Ia mengatakan pembagian sembako tahap pertama ini berasal dari anggaran Pemerintah Kota Batam sebanyak 192.000 paket. Selebihnya merupakan bantuan dari para pengusaha.

Karena itu ada sedikit perbedaan dari isi paketnya. Ada yang mendapat 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kg gula. Dan ada sebagian paket yang berisi 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan susu kental manis.

“Susu kental manis ini karena susah untuk mendapatkan gula. Tapi mohon jangan dipermasalahkan, itu sama nilainya,” pesan Rudi.

Setelah tahap pertama nanti, rencananya pemerintah akan kembali menggelontorkan bantuan sembako pada awal Mei mendatang. Nantinya bantuan akan disiapkan untuk waktu 6 bulan pembagiannya akan dilakukan per bulan.

Bantuan sembako tersebut bersumber dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Paket sembako tahap dua nanti rencananya berisikan 10 kg beras, 3 liter minyak goreng, dan 1 dus mie instan.

“Pak Gubernur akan bantu. Nanti dari Pemko dan BP Batam juga akan kita siapkan. Pemko Batam sendiri sudah menganggarkannya melalui realokasi anggaran,” tutur Rudi.

Ia mengatakan bantuan yang diberikan memang belum cukup memenuhi kebutuhan warga. Tapi setidaknya dapat mengurangi beban kehidupan yang di masa krisis akibat Covid-19 ini.

Rudi juga akui tidak semua warga akan mendapat bantuan ini karena keterbatasan anggaran pemerintah. Dari total 415 ribu kepala keluarga, pemerintah hanya bisa membantu 260 ribu paket sembako. Oleh karena itu ada kriteria yang akan dibuat pemerintah dalam penyaluran sembako ini. Bagi warga yang dianggap masih mampu secara ekonomi, diminta untuk penuhi kebutuhan sendiri.

“Datanya sudah di kecamatan. Sudah by name, by address, by phone. Nanti saat pengambilan kita minta yang ambil kepala keluarga atau istrinya yang menandatangani,” sebut Rudi.

Sementara itu Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan teknis pembagian untuk tiap kecamatan bisa berbeda, tergantung pada kondisi wilayahnya. Namun harus tetap memperhatikan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 seperti menerapkan wajib mengenakan masker, menjaga jarak fisik, agar penerima sembako tak berkerumun maupun saling berdesakan.

“Ada yang pembagian selesai di kecamatan, ada yang lewat tokoh masyarakat didistribusikan ke bawah. Ada juga yang lewat kelurahan dan didistribusikan melalui RT/RW. Tidak mesti standar, bisa situasional. Tergantung sistem mana yang paling nyaman bagi warga setempat. Tapi substansinya, yang mengambil jelas. Nanti dilengkapi tanda terima,” terang Amsakar.

Saat pengambilan sembako, penerima diminta membawa dokumen kependudukan yaitu Kartu Keluarga dan KTP. Tujuannya antara lain untuk memastikan apakah yang bersangkutan sudah terdata atau tidak.

Wali Kota kembali mengingatkan, agar setelah sembako dibagikan, warga bisa berdiam diri di rumah. Tidak ada lagi alasan berkeliaran keluar rumah. Kalaupun keluar untuk membeli kebutuhan, cukup satu orang saja.

“Saya ingin 14 hari itu sebisa mungkin tidak ada satu wargapun yang ke luar. Sehingga dapat mudah teridentifikasi warga yang bergejala dan dibawa ke rumah sakit. Masuk minggu ketiga kita analisa perkembangannya. Kita ingin penanganan Covid-19 ini betul-betul tuntas,” tegas Rudi.

Mungkin Anda juga menyukai

DD