Turis China Jadi Pengunjung Pertama di 2019

Asisten Administrasi Umum Setdako Batam, Firmansyah menyerahkan souvenir kepada Tang Jiasheng, wisatawan mancanegara pertama 2019 di Kota Batam. Penyambutan dilaksanakan di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Selasa (1/1).(Foto: Humas Pemko Batam)

Media Center Batam – Tang Jiasheng menjadi turis pertama yang menginjakkan kaki di Batam pada pembuka tahun 2019. Wisatawan asal China ini datang masuk ke Batam melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre.

Kapal Batam Fast yang membawa Tang merapat di pelabuhan pada pukul 07.45 WIB. Ini merupakan jadwal pelayaran pertama dari Singapura ke Batam.

Begitu melewati dermaga, Tang disambut tabuhan kompang dan kalungan bunga. Atas penyambutan tersebut, ia menyampaikan terima kasih.

“Saya sudah ke Batam beberapa kali. Ini bukan yang pertama. Saya ke sini untuk liburan,” tuturnya.

Tang berharap agar Batam semakin baik, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.

Selain wisatawan mancanegara, kapal pertama ini juga mengangkut warga Batam yang pulang usai menikmati malam tahun baru di negeri Singa. Seperti Rosita Tamaria Manik yang juga disambut dengan kalungan bunga bersama Tang.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan kegiatan penyambutan wisatawan pertama ini menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Batam. Acara ini sebagai bentuk apresiasi terhadap dunia pariwisata khususnya kunjungan wisman.

“Penyambutan ini untuk memberikan kesan bahwa kita sangat peduli. Sebagaimana saptapesona yang salah satunya adalah kenyamanan, melalui penyambutan ini kita berharap wisman tersebut akan menceritakan, mempromosikan ke keluarga, saudara, teman di negaranya bahwa Batam adalah destinasi wisata yang nyaman, ramah, welcome terhadap wisman,” papar Ardi.

Mantan Kepala Bagian Humas Setdako Batam ini mengatakan Pemko saat ini terus berbenah. Pembenahan dilakukan dari segala aspek demi mewujudkan Batam sebagai destinasi wisata utama Indonesia.

Pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata. Dan pihak swasta diharapkan terus meningkatkan amenitas kepariwisataan.

“Terkait atraksi, tahun ini kita punya 114 calender of event (agenda pariwisata). Serta 18 cross border event yang didukung Kementerian Pariwisata,” ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *