Batam Kota Juara Umum HUT PGRI

Walikota Batam, Muhammad Rudi sebagai inspektur. Pada kesempatan tersebut Rudi membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi.

Media Center Batam – Kecamatan Batam Kota menjadi juara umum dalam Kegiatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-73 dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-24 tahun 2018 Tingkat Kota Batam. Kontingen Batam Kota membawa pulang tiga emas dari cabang voli putra, voli putri, dan tari kreasi. Serta dua perak dari cabang takraw dan puisi.

Ketua PGRI Batam, Rustam Effendi mengatakan ada 10 cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan dalam peringatan HUT ke-73 PGRI dan HGN ke-24 tingkat Kota Batam. Yakni cabang bola voli putra, voli putri, takraw, futsal, senam PGRI, langgam putri, langgam putra, puisi, tari kreasi, dan pop ye ye.

“Pertandingan diadakan di Dinas Perhubungan, Lapangan Madani Sei Panas, dan Kepri Mall,” kata Rustam usai upacara HUT PGRI dan HGN di Dataran Engku Putri Batam Centre, Senin (26/11).

Upacara ini dipimpin langsung oleh Walikota Batam, Muhammad Rudi sebagai inspektur. Pada kesempatan tersebut Rudi membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi.

Tema HUT PGRI tahun ini adalah Guru Sebagai Penggerak Perubahan Dalam Era Revolusi Industri 4.0. PGRI hadir bukan hanya kut serta memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetapi juga berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, sekaligus berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat guru.

“Dalam era revolusi industri 4.0, sistem pendidikan nasional dihadapkan pada tantangan yang amat kompleks tetapi menarik. Oleh karena itu, PGRI sebagai organisasi profesi juga ditantang agar mampu menggerakan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan memberikan andil tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, tetapi lebih dari itu harus merasa terpanggil untuk ikut melahirkan pemikiran transformatif dalam pengembangan kebijakan pemerintah, pengelolaan program pembangunan di pusat dan di daerah, serta dalam melahirkan berbagai gagasan dan tindakan inovatif sesuai dengan tantangan Abad ke 21,” tuturnya.

Dunia hari ini menghadapi fenomena disrupsi seperti lahirnya digitalisasi sistem Pendidikan melalui inovasi aplikasi teknologi seperti Massive Open Online Course (MOOC) dan Artificial intelligence. Yang pertama adalah inovasi pembelajaran daring yang dirancang terbuka, saling berbagi, terhubung atau berjejaring satu sama lain. Prinsip ini menandai dimulainya demokratisasi pengetahuan yang menciptakan peluang bagi setiap orang untuk memanfaatkan teknologi secara produktif. Sedangkan yang kedua adalah mesin kecerdasan buatan yang dirancang untuk melakukan pekerjaan spesifik untuk membantu tugas-tugas keseharian manusia. Di bidang pendidikan, artificial intelligence membantu pembelajaran secara individual, yang mampu melakukan pencarian informasi dan menyajikannya dengan cepat, akurat, dan interaktif. Inilah yang menandai revolusi industri 4.0 khususnya di bidang pendidikan.

Kedua contoh perkembangan di atas mengubah secara fundamental kegiatan belajar-mengajar. Ruang kelas mengalami evolusi kearah pola pembelajaran digital yang menciptakan pembelajaran lebih kreatif, partisipatif, beragam, dan menyeluruh. Guru memiliki peran penting dalam kontekstualisasi informasi serta bimbingan terhadap peserta didik dalam praktis diskusi daring.

“Guru sulit bersaing dengan mesin, yang jauh lebih cerdas, lebih cepat dan lebih efektif dalam pencarian informasi dan pengetahuan. Karena itu para guru perlu mengubah cara mengajar dari yang bersifat tradisional menjadi pembelajaran multi-stimulan agar lebih menyenangkan dan menarik. Demikian juga peran guru berubah dari semula menjadi pemberi pengetahuan menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta team work, dan empati sosial karena nilai-nilai itulah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin,” ujarnya.

“Merespon tantangan di era industri 4.0 ini, PGRI menginisiasi lahirnya PGRI Smart Learning and Character Center yang merupakan pusat pengembangan dan peningkatan kompetensi pofesional dan pengembangan karakter guru sesuai kebutuhan zamannya. Ini sekaligus sebagai penanda datangnya era baru, guru-guru muda milenial yang menjadi anggota baru PGRI. Selamat datang era baru PGRI yang terus berjuang untuk menjadikan profesi guru bermartabat, berdaulat, profesional, sejahtera, dan terlindungi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai soliditas, solidaritas, independensi, integritas, dan profesionalitas,” sambung dia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *