Pemko Batam Kembali Raih Bapeten Safety and Security Award

Media Center Batam – Pemerintah Kota Batam kembali menorehkan prestasi, penghargaan kali ini diberikan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dalam acara BAPETEN Safety and Security Awards (BSSA) 2018 di Novotel Hotel Semarang, Rabu (10/10).

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala BAPETEN kepada Pemko Batam sebagai kota terbaik dari 3 kota di Indonesia atas dukungan terhadap pencapaian standar keselamatan dan keamanan dalam pemanfaatan tenaga nuklir. Selain Kota Batam, 2 kota lainnya yang disebut dalam kategori penghargaan ini yaitu Kota Surabaya dan Kota Jakarta Timur.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mewakili Walikota Batam usai menerima penghargaan ini mengatakan penghargaan yang diberikan kepada Kota Batam berdasarkan jumlah industri, rumah sakit klinik dan sektor lain yang cukup banyak dalam pemanfaatan tenaga nuklir di Batam. Adanya pengawasan ketat dan terukur yang dilakukan pemko Batam khususnya dalam pemberian izin membawa kota ini kembali meraih penghargaan seperti tahun sebelumnya.

“Pemko Batam memiliki standar operasional prosedur yang cukup ketat dalam pemberian izin di bidang ini namun tetap mendukung tumbuh kembangnya industri sesuai dengan paraturan walikota dan peraturan perundangan lainnya,“ jelas Amsakar.

Penghargaan BSSA didasarkan atas hasil penilaian kinerja fasilitas dengan indikator yang terdiri dari hasil inspeksi, pemantauan evaluasi dosis pekerja, pelaksanaan proses perizinan, dan kejadian kedaruratan. Penilaian BSSA untuk kategori fasilitas menggunakan pendekatan passing grade. Semua instansi yang masuk dalam passing grade berdasarkan hasil penilaian kinerja fasilitas dengan nilai rata-rata dari seluruh aspek penilaian > 95 akan mendapatkan penghargaan BSSA.

“kami sendiri juga tidak tahu kapan tim survey turun hingga batam meraih predikat ini. Namun dengan penghargaan ini mendorong kami untuk terus melakukan pembenahan dan tata kelola khususnya perizinan dan pengawasan ke depannya,” ujarnya.

Kepala BAPETEN, Jazi Eko Istiyanto penghargaan tersebut bertujuan untuk mendorong timbulnya budaya keselamatan dalam memanfatkan nuklir terhadap para pengguna tenaga nuklir, khususnya untuk tujuan industri dan kesehatan.

Ia menjelaskan BSSA yang diberikan kepada Pemerintah Daerah didasarkan pada pertimbangan hasil inspeksi, evaluasi terhadap dosis radiasi bagi pekerja radiasi, proses perizinan, dan status kejadian kedaruratan nuklir di instansi tersebut menunjukkan kinerja keselamatan radiasi dan atau keamanan sumber radioaktif yang sangat baik.

“Selain itu BSSA juga diberikan kepada kepala daerah didasarkan pada pertimbangan bahwa daerah tersebut memiliki populasi instansi penerima BSSA dalam jumlah yang signifikan, sehingga dapat diasumsikan bahwa pemerintah daerah tersebut telah mendukung sepenuhnya terhadap Pencapaian BSSA yang diterima oleh instansi di daerahnya,” kata dia.

Sementara Penilaian BSSA kategori Kabupaten/ Kota meliputi Kabupaten / Kota dengan jumlah pemanfaatan di daerahnya terdapat ≥ 20 Instansi pemanfaatan, Kabupaten/ Kota dengan nilai persentase Indek Keselamatan Keamanan (IKK) / Instansi ≥ 10% dan  Kabupaten/ Kota dengan nilai persentase BSSA/IKK ≥ 40%.(HP)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *