SMPN di Batuaji Tambah Rombel Demi Tampung Seluruh Pendaftar

Media Center Batam – Masalah penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP di Kecamatan Batuaji diselesaikan dengan menambah rombongan belajar (rombel). Kepala SMPN 11 Batam, Sargono mengatakan ada 205 anak pendaftar di SMPN 11 yang juga tak diterima di sekolah pilihan kedua.

“205 yang tidak diterima sama sekali di mana-mana ini biar kita betul-betul akomodir. Tapi kalau yang sudah diterima di pilihan kedua, jangan paksa masuk ke sini lagi,” ujarnya dalam pertemuan dengan Walikota Batam di Aula SMKN 1 Batam di Batuaji, Jumat (13/7).

Menurutnya untuk ruangan nanti akan disiasati. Apabila tidak mencukupi, otomatis anak-anak ini akan masuk sore. Kekurangan guru akan diatasi dengan meminta tambahan dari Dinas Pendidikan. Perkiraan jumlah guru yang dibutuhkan sekitar 10 guru untuk satu bidang studi.

Penambahan rombel juga dilakukan di SMPN 16. Kepala SMPN 16, Rafeah mengatakan ada 76 calon siswa di sekitar sekolah yang belum diterima berdasarkan sistem. Dan sekolah siap menampung calon siswa tersebut dengan memaksimalkan jumlah anak per kelas dari 36 jadi 40.

Sementara di SMPN 38 masih tersisa 19 orang meski anak yang diterima sudah melebihi daya tampung.

“Di SMPN 28, daya tampung 144, yang daftar 219. Kita sudah tambah jadi 186. Masih ada 19 orang yang belum diakomodir. SMPN 38 itu hanya 16 rombel dari kelas VII-IX, tak bisa tambah kelas lagi. Kalau masuk yang 19 ini kondisinya 45-46 orang per kelas. Ruangannya kecil Pak, jarak guru dengan murid paling depan sangat dekat,” lapor Kepala SMPN 38, Ida kepada Walikota.

Walikota Batam, Muhammad Rudi memerintahkan Kepala SMPN 38 menyiasati dengan menambah satu rombel lagi untuk kelas VII. Jadi ada lima rombel yang dibuka tahun ini. Dengan begitu 19 anak tetap tertampung, dan kepadatan kelas dapat dikurangi.

“Tambah satu kelas jadi lima kelas. Yang padat dikurangi, tambah yang 19 itu. Guru nanti ajukan kebutuhannya apa saja ke Disdik. Nanti kita tambah,” perintah Rudi.

Hal serupa akan dilakukan di SMPN 53 Batam. Sekolah yang dipimpin Efrina ini diminati 216 pendaftar. Sementara daya tampung hanya 180. Siswa yang masuk melalui sistem zonasi online sebelumnya terdiri dari 129 warga di lingkungan sekitar sekolah dan 51 anak limpahan dari SMPN 11. Dan jumlah siswa yang belum tertampung yakni 87 orang.

“Kalau diakomodir semua bisa tambah dua kelas. Sementara kondisi kelas sekarang sudah tujuh pagi dan tujuh siang. Memang ada pembangunan ruang kelas baru dari Dana Alokasi Khusus. Enam kelas dalam tahap pembangunan. Dan kami sudah minta tukangnya agar dua minggu selesai setidaknya dua kelas. Jelang kelas selesai, sekolah alam dulu Pak. Kalau orangtua tidak masalah, kami siap menunggu,” papar Efrina.

Permasalahan sedikit berbeda dialami SMPN 47. Sekolah ini berada di lintas tiga kecamatan. Meski secara administrasi masuk Kecamatan Sekupang, lokasinya juga berdekatan dengan Kecamatan Sagulung dan Kecamatan Batuaji.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *