Amsakar Ingatkan Pengurus Masjid Urus Legalitas

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad

Media Center Batam – Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengingatkan pengurus masjid untuk segera mengurus legalitas tempat ibadahnya. Hal ini disampaikan Amsakar kepada pengurus Masjid Nurul Hijrah Pesona Bukit Laguna Tanjungpiayu, Kamis (7/6).

“Sudah saatnya masjid kita ini lengkap, jelas, statusnya. Yang penting ada hibah dari developer. Pemko siap bantu menetapkan titik-titik ordinatnya. Saya harap pengurus segera tanya ke Dinas Perkimtan,” kata dia.

Amsakar mengatakan hal ini sudah ia sampaikan ke berbagai masjid. Sebelum ini ia bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Batam sudah memanggil seluruh pengurus masjid yang ada di Batam. Mereka diminta untuk urus legalitas status tanah masjidnya.

Pada kesempatan Safari Ramadhan di Masjid Nurul Hijrah ini Amsakar juga mengajak masyarakat untuk menanamkan nilai spiritual kepada anak-anak. Para penerus bangsa ini diajak dan dibina guna mentransformasikan nilai spiritual yang ada.

“Biasanya kota semakin metropolitan makin tak peduli dengan agama, tak peduli dengan adzan. Tapi di Batam alhamdulillah tak seperti itu. Tak hanya dari sisi islam, saat malam natal saya keliling gereja juga membludak, ketika imlek juga ramai sampai macet. Ini menunjukkan visi Batam madani sudah implementatif, udah sampai ke akar rumput. Ini jadi modal kita agar tidak lari dari pangkalnya,” kata Amsakar.

Kepada pengurus, ia menyemangati agar pembangunan masjid tetap diteruskan sesuai rencana. Jangan sampai mundur. Dan buatlah aktivitas dan kegiatan yang positif. Untuk pembangunan masjid, Pemko Batam tahun ini memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta.

Ketua Masjid Nurul Hijrah, Aswan Fachri mengatakan masjid yang ditempati saat ini rencananya akan dijadikan TPQ. Sedangkan bangunan masjid berada di bagian depan, yang kondisinya kini masih berupa tiang pancang.

“TPQ ini kami perlukan karena warga kami masih tergolong usia muda, tahap produktif. Selama 3,5 tahun dalam catatan kami, angka kelahiran 60-80 anak. Anak-anak kami butuh tempat menimba ilmu. TPQ-nya sudah berjalan dua tahun, tapi masih menyatu dengan masjid,” ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *