๐๐š๐ญ๐š๐ฆ ๐„๐ค๐ฌ๐ฉ๐จ๐ซ ๐Š๐ž๐ฉ๐ข๐ญ๐ข๐ง๐  ๐๐š๐ค๐š๐ฎ ๐ค๐ž ๐‚๐ก๐ข๐ง๐š, ๐–๐š๐ฅ๐ข ๐Š๐จ๐ญ๐š ๐‘๐ฎ๐๐ข ๐Œ๐š๐ค๐ฌ๐ข๐ฆ๐š๐ฅ๐ค๐š๐ง ๐๐จ๐ญ๐ž๐ง๐ฌ๐ข ๐ƒ๐š๐ž๐ซ๐š๐ก

๐ƒ๐ข๐ฌ๐ค๐จ๐ฆ๐ข๐ง๐Ÿ๐จ ๐๐š๐ญ๐š๐ฆ – Kota Batam mulai mengeskpor kepiting bakau hidup atau Scylla Serrata. Ekspor kepiting perdana itu, dilepas langsung oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Rudi mengatakan ekspor kepiting bakau dari Kota Batam ini adalah pertama kalinya dilakukan. Menurutnya, hal ini harus terus dilanjutkan untuk memaksimalkan potensi Batam sebagai daerah Kepulauan yang memiliki sumber daya laut melimpah.

โ€œIni adalah awal mulanya Batam akan mengekspor kepiting bakau ke China dan tentu hal ini harus berkelanjutan,โ€ kata Rudi usai acara yang diselenggarakan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau yang berkolaborasi dengan beberapa mitra pendukungnya, Rabu (31/1/2024).

Diketahui bahwa kepiting bakau hidup ini adalah hasil budi daya yang dilakukan oleh Abun, di Kecamatan Sei beduk.

Mengenai hal itu, Rudi mempersilakan untuk menambah lahan budi daya yang lebih luas dan memadai, agar hasilnya meningkat dan program ekspor ini terus berkelanjutan.

โ€œUntuk Pak Abun, jika ingin menambah lahan budi daya dan Batam tidak memadai, maka silahkan gunakan pulau-pulau di sekitarnya,โ€ ujar Rudi.

Selain itu, Rudi juga mendesak untuk segera dimulai pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam, karena ini juga menjadi salah satu faktor pendukung kemudahan akses ekspor dan impor.

Sementara itu, drh. Herwintari selaku Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung program-program strategis Pemko Batam dalam membangun Kota Batam yang lebih maju dari berbagai sektor.

โ€œKami siap mendukung program strategis dari bapak Walikota, untuk mensukseskan Batam sebagai wilayah penghasil komoditas unggulan,โ€ katanya.

Untuk diketahui, ekspor perdana kepiting bakau hidup dari Batam ke China tersebut senilai Rp 17.368.450.

 

Mungkin Anda juga menyukai

DD