Jalan Sehat PGRI dari Guru untuk Guru

Media Center Batam – Guru-guru di Kota Batam bergembira bersama di Dataram Engku Putri Batam Centre, Sabtu (1/12) pagi. Mereka berkumpul untuk ikuti Jalan Sehat dalam rangka HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-73.

“Acara hari ini murni HUT PGRI. Meski ini tahun politik tapi ini bukan acara politik. Karena acara ini sudah 15 tahun kita laksanakan, setiap tahun,” kata Ketua PGRI Batam, Rustam Efendi.

Rustam mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antara perguruan dan anggota PGRI. Menurutnya sampai saat ini anggota PGRI berjumlah 11.280 orang. Terdiri dari guru mulai tingkat TK sampai SLTA sederajat.

“Untuk yang hadir saat ini sekitar 9.500 orang. Berdasarkan jumlah baju yang kita bagikan,” sebutnya.

Ia mengatakan jalan sehat hari ini adalah acara puncak HUT PGRI ke-73 tingkat Kota Batam. Sebelumnya sudah diadakan berbagai lomba bidang olahraga dan seni. Kemudian kegiatan sosial donor darah dan upacara juga dilaksanakan dalam peringatan HUT PGRI ini. Rangkaian acara sudah digelar sejak 30 Oktober lalu.

“Tahun ini kita juga siapkan doorprize. Dan alhamdulillah tiap tahun meningkat. Tahun lalu ada mobil. Tapi mendengar aspirasi bapak ibu, biar yang dapat hadiah lebih banyak, hadiah utama kita ganti jadi motor 20 unit,” kata dia.

Hadiah hiburan lain yang dibagikan yakni laptop. Rustam mengatakan hadiah yang diberikan sesuai masukan para guru. Seperti laptop yang banyak dibutuhkan tenaga pengajar.

“Ada lebih kurang 200 hadiah. Paling banyak laptop karena guru-guru butuh laptop. Ini semua hasil sumbangan dari kita untuk kita,” ujarnya.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan peran guru ini sangat besar. Tanpa guru, Kota Batam tak akan berubah. Karena ilmulah yang menentukan bagaimana membangun suatu daerah.

“Guru yang jadi panutan kita semua. Saya ingin suatu waktu nanti dunia pendidikan Batam harus dikenal. Mutu pendidikan harus dijaga sehingga ke depan Batam betul-betul hebat,” kata Rudi.

Terkait kesejahteraan guru, Rudi mengatakan pemerintah tetap akan memperhatikan hal tersebut. Meski defisit anggaran, insentif bagi para guru tidak akan terganggu. Baik guru pegawai negeri sipil, guru honorer, maupun guru di sekolah swasta.

Rudi juga mengajak tiap sekolah untuk berlomba-lomba cetak prestasi. Jadilan lulusannya orang-orang terbaik yang akan membangun Batam kelak.

“Ayo sama-sama kita berpacu. Nanti mungkin kita buat pertandingan, siapa sekolah yang bagus, yang hasilkan anak-anak hebat, akan kita promosikan,” kata dia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *