Pemko Dorong Pengembangan Potensi Wisata Tanjunguma

Media Center Batam – Destinasi digital kini sedang menjadi perhatian Kementerian Pariwisata RI. Tempat-tempat wisata yang cantik di foto atau diistilahkan dengan instagrammable terus didorong untuk tumbuh berkembang.

Kota Batam pun tak mau ketinggalan. Masyarakat bersama komunitas-komunitas berupaya ciptakan tempat wisata yang instagrammable. Satu di antaranya adalah Kampung Tua Tanjunguma.

Permukiman yang berada di tepi laut ini dihias cat warna-warni dengan tema Tanjunguma Berpelangi. Dinding rumah warga juga dilukis sehingga menarik untuk dijadikan latar belakang foto.

“Kami mengapresiasi masyarakat dan komunitas yang turut mengembangkan kepariwisataan di Batam. Potensi-potensi seperti Tanjunguma Berpelangi ini harus kita kembangkan. Kerjasama semua pihak perlu dilakukan untuk mewujudkan Tanjunguma menjadi destinasi pariwisata,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan ada tiga hal yang diperlukan untuk pengembangan pariwisata, yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Dua pertama bisa dibangun atau dilaksanakan oleh semua pihak baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah. Tapi untuk aksesibilitas, menjadi tanggungjawab pemerintah.

Karena itulah Pemerintah Kota Batam saat ini tengah gencar melakukan penataan jalan. Selain jalan yang dilebarkan, juga dibangun tempat bagi pejalan kaki atau pedestrian.

“Sekarang Bapak Walikota punya progam jalan-jalan diperlebar, ini dalam koridor pariwisata untuk aksesibilitas. Rencananya sampai 2025, dan pelebarannya juga direncanakan sampai Tanjunguma,” ujar mantan Kepala Bagian Humas Setdako Batam ini.

Ardi mengatakan masalah pariwisata di Batam ini bukan dari segi jumlah. Melainkan lama wisatawan menetap (length of stay) di Kota Batam yang masih rendah. Untuk atasi masalah tersebut, Disbudpar Batam mendorong masyarakat jadikan rumahnya sebagai tempat menginap wisatawan atau yang biasa disebut homestay.

“Sudah ada satu kelompok di Nongsa yang siap menjadikan tempat tinggalnya sebagai homestay. Disbudpar akan membina dan membantu promosi. Kami berharap di tempat-tempat lain juga buat yang serupa. Di Tanjunguma ini juga bisa. Karena wisatawan mancanegara suka suasana yang berbaur dengan masyarakat seperti ini,” terangnya.

Pengembangan Tanjunguma sebagai destinasi wisata juga perlu dibentuk konsep utuh. Misal perlu adanya kegiatan kebudayaan yang rutin dan terjadwal. Serta tersedianya pasar oleh-oleh hasil kerajinan tangan masyarakat setempat.

“Konsep besarnya perlu disusun. Sehingga bisa dibuat satu paket wisata khusus yang bisa ditawarkan ke luar. Ini perlu didudukkan bersama,” kata dia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *