Pemudik dari Batam Diprediksi Naik 5 Persen

Rapat persiapan arus mudik Idul Fitri 1439 H di Kantor Walikota Batam, Selasa (22/5).

Media Center Batam – Jumlah penumpang pada musim mudik lebaran 2018 diprediksi naik 5 persen ke angka 277.901 orang. Prediksi ini dibuat berdasarkan rata-rata persentase kenaikan jumlah penumpang lima tahun terakhir.

“Dari 2016 ke 2017 naik 4,55 persen. 2018 kami perkirakan naik 5 persen,” kata Doddy Triwahyudi, Kepala Bidang Kepelabuhanan Kantor Pelabuhan Batam dalam rapat koordinasi persiapan mudik lebaran 2018 di Kantor Walikota Batam, Selasa (22/5).

Doddy menjelaskan ada 92 unit armada yang akan melayani penumpang rute domestik dari Batam. Armada lebaran ini tersebar di lima pelabuhan domestik dengan total kapasitas kapal sebanyak 16.513 penumpang.

Pertama di Sekupang, yang dilayani 43 unit armada dengan kapasitas penumpang 7.286 orang. Terdiri dari 26 armada di lima perusahaan dengan kapasitas angkut 5.954 penumpang untuk rute Tanjungbalai Karimun, Tanjungpinang, Tanjungbatu, Guntung, Moro, Pulau Buru, Selatpanjang, Bengkalis, dan Dumai. Selain itu juga ada enam perusahaan pelra yang memiliki 17 armada berkapasitas 1.332 kursi.

Sementara di Terminal Telagapunggur dilayani 38 unit armada berkapasitas 3.860 orang. Terminal Harbour Bay ada empat unit armada dengan kapasitas 914 penumpang. Selanjutnya Terminal Batuampar dengan satu unit kapal Pelni Kelud berkapasitas 3.164 orang. Dan Terminal Ro-Ro Telagapunggur dilayani enam unit armada berkapasitas 1.289 penumpang.

“Kapasitas yang ada selama ini masih mencukupi. Puncak arus mudik diperkirakan H-2. Kita akan membuka posko H-15 sampai H+15, yakni 31 Mei-1 Juli,” ujarnya.

Tahap awal persiapan yang dilakukan antara lain rapat koordinasi dengan operator kapal. Kemudian dilakukan pengecekan terhadap kesiapan armada. Termasuk melihat ketersediaan jaket keselamatan.

Operator kapal juga sudah diingatkan untuk tidak mengubah rencana trayek. Serta tidak boleh ada bangku cadangan untuk kapal cepat ferry dan speed boat.

Adapun masalah yang selama ini dihadapi dan perlu antisipasi adalah lalulintas dan parkir di pelabuhan. Pihaknya berharap Dinas Perhubungan mengatur parkir di kawasan terminal.

“Harapan kami taksi bisa ditata dan dibatasi untuk masuk area parkir, sehingga sebagian di luar. Punggur juga masalah parkir. Sedangkan Batuampar ini terminalnya kurang memadai. Kami harap bisa dipasang tenda. Kalau tidak ada AC, minimal kipas angin agak besar. Sehingga penumpang nyaman. Nanti kita alokasikan anak-anak dan balita tempat khusus sehingga tidak bejubel,” tuturnya.

Kanpel juga sudah koordinasi dengan PT Pelni Cabang Batam agar menyediakan kontainer khusus untuk barang bawaan penumpang. Sehingga penumpang hanya membawa tentengan berisi barang kebutuhan di atas kapal selama perjalanan. Ini bertujuan agar kondisi tidak terlalu padat khususnya saat naik dan turun kapal.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *