PGRI Diminta Susun Rekomendasi Solusi Masalah Pendidikan

By Kartika 06 Apr 2017, 16:54:21 WIBKabar Batam

PGRI Diminta Susun Rekomendasi Solusi Masalah Pendidikan

Keterangan Gambar : Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad Memberikan kata sambutan saat membuka konferensi kerja kota I PGRI Batam periode 2016-2020 di Hotel Vista, Kamis (6/4).


Media Center Batam - Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad minta guru merumuskan alternatif solusi atas permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan. Hal ini disampaikan Amsakar saat membuka konferensi kerja kota I PGRI Batam periode 2016-2020 di Hotel Vista, Kamis (6/4).

"Silakan di rapat kerja ini dibahas solusinya apa. Silakan bapak ibu rekomendasikan pada pemerintah. Beri kami sejumlah formula, ada opsi mendahului, jangan problemnya saja yang disampaikan," kata Amsakar.

Beberapa masalah yang kerap terjadi di dunia pendidikan Batam, menurut Amsakar, yakni penerimaan peserta didik baru dan penjualan lembar kerja siswa (LKS).

"Hal-hal semacam ini yang sering kali membuat kita kehilangan energi, energi produktif jadi tidak hadir. Kami tidak ingin lagi dengar cerita seperti itu lagi, tentang LKS, murid masuk pakai duit," ujarnya.

Amsakar akui pemerintah belum bisa penuhi kebutuhan sarana prasarana pendidikan termasuk tenaga pengajar. Rasio anak yang lulus tidak sebanding dengan sarana prasarana pendidikan dan jumlah guru.

"Kita mau terima-terima saja tidak mudah. Dalam undang-undang aparatur sipil negara (UU ASN) hanya definisikan dua jenis, ASN dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau P3K," kata dia.

Untuk mengangkat P3K, kata Amsakar, pemerintah daerah harus mengusulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Setelah itu baru mendapat persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara. Usulan harus sudah dalam bentuk detail per bidang kerja.

Di lain sisi, Amsakar tetap mengapresiasi kerja guru-guru di Batam. Karena kontribusi pendidikan terhadap indeks pembangunan manusia cukup besar. Angka partisipasi kasar dan angka partisipasi murni di Batam juga luar biasa.

"Tingkat kelulusan alhamdulillah hebat-hebat semua. Lulusan SMA Batam juga lolos di perguruan tinggi yang hebat-hebat. Tapi ada perbedaan guru dulu dan guru sekarang. Guru dulu suara tapak sepatunya saja langsung mengheningkan cipta kelas. Kalau guru sekarang diajak betinju sama muridnya. Hilang karismanya. Ini hal yang harus jadi koreksi kita semua," kata Amsakar.


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook