Pertumbuhan Ekonomi Kepri 2016 Melambat

By Kartika 20 Feb 2017, 16:09:32 WIBKabar Media Center

Pertumbuhan Ekonomi Kepri 2016 Melambat

Keterangan Gambar : Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau (BI Kepri), Gusti Raizal Eka Putra


Media Center Batam - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau terendah di regional Sumatera. Hal ini disampaikan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau (BI Kepri), Gusti Raizal Eka Putra dalam konferensi pers di Batam, Senin (20/2).

"Perekonomian global, nasional membaik. Sumatera juga alami perbaikan. Dari 4,03 di triwulan III menjadi 4,49 di triwulan IV. Dan tahunannya meningkat dari 3,53 di 2015 menjadi 4,29 di 2016. Tren penguatan ekonomi Sumatera didukung hampir semua provinsi. Perlambatan justru terjadi di Kepri," kata Gusti.

Pada triwulan IV 2016, pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 5,24 persen, melambat dibanding triwulan sebelumnya 5,50 persen. Dan angka pertumbuhan ekonomi Kepri 2016 tercatat 5,03 persen. Lebih rendah dibanding 2015, 6,01 persen (yoy).

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi Kepri masih sedikit lebih tinggi dibanding perekonomian nasional. Secara tahunan perekonomian nasional tumbuh 5,02 persen di tahun 2016.

"Perekonomian nasional secara tahunan juga mengalami penguatan dibanding 2015 4,88 persen. Pertumbuhan 5,02 persen ini persis periode 2014 lalu," ujarnya.

Perlambatan ekonomi Kepri, menurut Gusti, seiring dengan perlambatan ekonomi global dan penurunan harga migas. Hal ini menekan kinerja sektor industri dan pertambangan penggalian. Permintaan global yang rendah serta sejumlah isu lokal juga menyebabkan tertahannya realisasi investasi di Kepri.

"Isu seperti UWTO (uang wajib tahunan otorita), transisi Badan Pengusahaan (BP) Batam, itu juga mempengaruhi. Daya beli masyarakat juga relatif melambat," kata dia.

Dari sisi permintaan, perlambatan ekonomi Kepri triwulan IV dipengaruhi oleh pelemahan konsumsi, investasi, dan nett ekspor. Sementara dari sisi lapangan usaha, perlambatan ekonomi terutama bersumber dari sektor industri pengolahan dan pertambangan.

"Sementara konstruksi mengalami perbaikan, lebih banyak dari akselerasi proyek pemerintah. Sektor lain yang cukup signifikan dorong ekonomi Kepri adalah sektor perdagangan. Penjualan mobil menguat 2,65 persen di tahun 2016 lalu," sebutnya.

Menurut Gusti, terbatasnya pertumbuhan ekonomi menyebabkan penurunan kebutuhan tenaga kerja. Sehingga tingkat pengangguran cenderung meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), Agustus 2016 tingkat pengangguran terbuka sebesar 7,69 persen. Meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 5,63 persen," kata Gusti.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook