Pengemudi Taksi Primkopal Wakili Batam di AKUT Kepri 2017

By Kartika 19 Mei 2017, 09:49:21 WIBKabar Batam

Pengemudi Taksi Primkopal Wakili Batam di AKUT Kepri 2017

Keterangan Gambar :


Media Center Batam - Pengemudi taksi Primkopal, Budi Haryo akan mewakili Batam ke Pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan tingkat Provinsi Kepulauan Riau (AKUT Kepri) 2017. Budi terpilih karena memperoleh nilai tertinggi dalam karantina yang digelar Dinas Perhubungan Kota Batam, Senin-Kamis (15-18/5) di Hotel Golden View Bengkong.

"Juara I akan mewakili Batam ke tingkat provinsi. DanĀ nanti kalau Batam beruntung bisa ikut ke tingkat nasional mewakili Kepri," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri, Kamis (18/5).

Nilai yang diperoleh Budi yaitu 84,38 poin. Selisih cukup jauh dari juara II, Hulman Sianipar perwakilan PT Nagabe Karya Bersama untuk angkutan trayek utama, yang mendapat nilai 80,40 poin.

Sementara juara III dengan nilai 79,08, atas nama Mithahulsabri, dari PT Nagabe Karya Bersama untuk Angkutan Trans Batam koridor Tanjunguncang-Jodoh. Serta berturut-turut Juara Harapan I-II dimenangkanĀ Erizal pengemudi Bus Sekolah Trans Batam (77,98 poin), dan Pamusuk dari Blue Bird (76, 60 poin).

Para pemenang ini berhasil menyisihkan 35 peserta lain dari berbagai jenis angkutan umum. Seperti taksi, angkutan utama, angkutan cabang, angkutan Trans Batam, angkutan pariwisata, hingga angkutan karyawan. Peserta karantina merupakan perwakilan yang dikirim langsung oleh badan usaha masing-masing.

Yusfa mengatakan ada tiga jenis tes yang dilalui para peserta, yaitu tes tertulis, psikotes, serta penilaian sikap, disiplin, dan prilaku. Tes tertulis terdiri dari materi keselamatan berlalulintas dengan bobot nilai 15 persen, persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor 15 persen, asuransi kecelakaan jasa raharja 15 persen, dan keamanan berkendara (safety riding) 25 persen.

"Sedangkan untuk tes psikologi bobotnya 25 persen, sikap disiplin dam prilaku 15 persen," kata Yusfa.

Sebelum ujian, para peserta telah terlebih dahulu diberikan pembekalan. Selama masa karantina, peserta juga mengikuti pemeriksaan kesehatan serta tes narkotika dan obat berbahaya (narkoba).



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook