Nelayan Tangkap Selat Nenek Manfaatkan KUR Perbankan

By Kartika 17 Jul 2017, 14:07:24 WIBKabar Batam

Nelayan Tangkap Selat Nenek Manfaatkan KUR Perbankan

Keterangan Gambar : Iskandar tampak bahagia saat menerima papan bertuliskan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 100.000.000 di Dataran Engku Putri Batam Centre, Senin (17/7). Pria yang berprofesi sebagai nelayan tangkap ini menerima secara simbolis dana KUR dari BRI dalam rangkaian Upacara Hari Koperasi Tingkat Kota Batam.


Media Center Batam - Iskandar tampak bahagia saat menerima papan bertuliskan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 100.000.000 di Dataran Engku Putri Batam Centre, Senin (17/7). Pria yang berprofesi sebagai nelayan tangkap ini menerima secara simbolis dana KUR dari BRI dalam rangkaian Upacara Hari Koperasi Tingkat Kota Batam.

"Alhamdulillah KUR yang saya ajukan jebol. Prosesnya tidak sulit dan juga tidak lama, kurang lebih dua minggu saja," kata Iskandar.

Ia mendapat informasi tentang dana KUR ini melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Batam. Bersama beberapa nelayan lain di Selat Nenek Kecamatan Bulang, Iskandar mengajukan pinjaman. Namun tidak semuanya memenuhi persyaratan.

"Pengajuannya perorangan. Persyaratannya, kita harus punya bukti usaha nelayan. Kita punya kapal," ujar pria berusia 44 tahun ini.

Kapal yang ia gunakan merupakan kapal bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kapal 30 GT ini didapat Iskandar bersama anggota Koperasi Usaha Bersama (Kube) pada tahun 2012.

"Dapat kapalnya itu dengan Kube. Kita pakai bersama. Tapi untuk pengajuan kredit ini per orangan," kata bapak tiga anak tersebut.

KUR yang ia dapat rencananya akan digunakan untuk biaya operasional dan perbekalan melaut. Dengan kapal yang dimiliki, Iskandar bersama enam orang anggota Kube lainnya biasa di laut 7-10 hari. Dalam sebulan minimal dua kali mereka turun menangkap ikan.

Penghasilan rata-rata satu kali melaut, sebesar Rp 40 juta. Pria yang sudah menjadi nelayan sejak usia 13 tahun ini berharap bisa meningkatkan penghasilannya dengan KUR yang didapat.

"Bunga kreditnya cukup rendah, 0,4 persen per bulan. Dalam waktu tiga tahun," kata dia.

Tak hanya Iskandar. Pada Upacara Hari Koperasi ke-70 ini juga diserahkan KUR kepada pelaku usaha mikro kecil menengah lainnya. Yakni pemilik warung sembako, dan usaha pembuatan keripik peyek. Penyerahan secara simbolis juga dilakukan kepada penerima KUR dari Bank Mandiri.

Pada upacara ini juga diserahkan dana bergulir yang merupakan program Pemerintah Kota Batam. Dana bergulir diberikan kepada pemilik usaha busana muslim, warung sembako, hingga cucian mobil dan teralis.

Selain itu juga pemberian penghargaan kepada Koperasi Berprestasi periode penilaian tahun 2016. Penerimanya berturut-turut Koperasi Simpan Pinjam Kesetiakawanan Sosial, Koperasi Konsumen Mandiri Karyawan Epcos Indonesia, dan Koperasi Karyawan Jaya Mandiri Sejahtera Bersama.

Kemudian penghargaan usaha mikro kreatif yang melakukan inovasi dalam peningkatan kualitas dan kuantitas produksi serta penguasaan pasar selama 2016-2017. Penghargaan diberikan kepada Rahshan Handmade kerajinan tas di di Sekupang, Lentiq kerajinan rajutan di Batam Kota, dan Keripik Bayam Eda di Tanjunguma Lubukbaja.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Fanpage MC Batam

Jejak Pendapat

Bagaimana Menurut anda informasi yang di tampilkan oleh Media Center ? Terima kasih atas pendapatnya
  Sangat Jelek
  Jelek
  Biasa Saja
  Bagus
  Sangat Bagus

Komentar Terakhir